PORTALBANTEN – Kota Serang hari ini menjadi saksi kolaborasi besar lintas unsur dalam Gerakan Banten ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Menindaklanjuti arahan langsung Presiden Republik Indonesia, gerakan ini tidak sekadar menjadi aksi bersih-bersih, tetapi sebuah langkah strategis untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat di jantung Provinsi Banten.

Kegiatan yang dilepas secara resmi oleh Gubernur Banten tersebut mendapat dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia. Di bawah komando Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., sebanyak 400 personel TNI dikerahkan untuk melaksanakan karya bakti pembersihan di sejumlah titik vital Kota Serang.

Adapun sasaran utama kegiatan meliputi koridor strategis mulai dari Kebon Jahe hingga Simpang BKT (RS Kencana). Para prajurit bahu-membahu membersihkan bahu jalan, median, serta fasilitas publik yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, demi menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Dalam sapaannya kepada peserta kegiatan, Danrem 064/MY menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan sampah dalam satu hari.

“Gerakan Banten ASRI ini harus berjalan secara berkelanjutan. Kita tidak sedang bersih-bersih sesaat, tetapi sedang membangun culture bersih di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Danrem berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik kesadaran bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga, sekolah, hingga pondok pesantren, agar turut bergerak secara mandiri menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Dengan demikian, kebersihan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata, melainkan sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Banten.

Melalui semangat sinergi dan gotong royong, Gerakan Banten ASRI membuktikan bahwa transformasi kota dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Menyapu ruang publik hari ini berarti menata masa depan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

(Penrem 064/MY/Agi)