PORTAL BANTEN - Asam lambung parah, atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang parah, merupakan kondisi saat asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang dan menyebabkan berbagai gejala, termasuk rasa terbakar di dada (heartburn), nyeri dada, kesulitan menelan, dan batuk kronis.

Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat, seperti esofagitis (peradangan kerongkongan), esofagus Barrett (kerusakan jaringan kerongkongan yang dapat meningkatkan risiko kanker), dan pneumonia aspirasi (infeksi paru-paru).

Waspadai ciri-cirinya seperti berikut, dikutip dari American College of Gastroenterology:

1. Nyeri Dada Menyerupai Serangan Jantung

Nyeri dada akibat GERD sering kali terasa seperti sensasi terbakar di belakang tulang dada (heartburn).

Namun, pada tahap parah, nyeri ini bisa sangat hebat hingga disangka sebagai serangan jantung. Nyeri biasanya muncul setelah makan atau saat berbaring. Nyeri dada yang mirip dengan angina bisa menjadi gejala GERD yang parah.


2. Kesulitan Menelan (Disfagia)

Asam lambung yang terus-menerus naik ke kerongkongan dapat menyebabkan peradangan serta jaringan parut, membuat saluran esofagus menyempit. Akibatnya, pengidap asam lambung mengalami kesulitan menelan makanan atau bahkan cairan. Kondisi ini dikenal sebagai striktur esofagus dan merupakan komplikasi serius dari GERD.

3. Suara Serak atau Batuk Kronis