Citeureup, sebuah wilayah di Kabupaten Bogor, bukan hanya dikenal sebagai pusat industri yang sibuk. Lebih dari itu, Citeureup menyimpan kekayaan budaya dan sejarah yang begitu mendalam, sebuah identitas yang tak lekang oleh waktu. Dari filosofi pohon teureup yang kokoh hingga kisah para tokoh karismatik masa lampau, semuanya membentuk mozaik keunikan Citeureup.

Menyadari potensi besar yang dimiliki Citeureup, Ade Gunawan, Ketua Yayasan TAPAK, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Kepala Desa Citeureup pada Pilkades yang akan digelar akhir September 2025. Ia berjanji akan membangun desa dengan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya, serta memajukan sektor ekonomi dan pariwisata desa.

"Citeureup punya identitas yang sangat kaya. Pohon teureup dengan cerita mistis dan filosofisnya adalah simbol kekuatan yang menyatukan masyarakat. Sejarah para tokoh kharismatik seperti Pangeran Sakee, atau kisah tuan tanah Mayor Tjantje dengan pesta musik dan tanjidornya, membuktikan Citeureup punya magnet budaya yang tidak bisa diabaikan," kata Ade Gunawan, Selasa (26 Agustus 2025).

Pencalonannya bukan sekadar ambisi untuk memimpin, melainkan panggilan untuk membangkitkan semangat gotong royong masyarakat, agar kembali mencintai dan membangun kampung halaman. Ia bahkan berjanji akan menyumbangkan seluruh gajinya sebagai Kepala Desa kepada lembaga desa, untuk dikelola demi usaha kesejahteraan warga.

Visi Ade Gunawan sangat jelas: mengembalikan Citeureup ke jati dirinya sebagai wilayah yang nyaman ditinggali, menarik untuk berinvestasi, dan kaya akan potensi wisata. Namun, ia menyadari bahwa mewujudkan visi ini membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua warga untuk bersatu dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Citeureup harus kembali pada posisinya sebagai wilayah yang kuat secara budaya, tangguh secara ekonomi, dan ramah bagi semua kalangan. Saya percaya, dengan kerja keras bersama dan pemahaman akan sejarah serta potensi desa, kita bisa wujudkan itu semua," tutup Ade.*