PORTALBANTEN -- Warga Kabupaten Tangerang belakangan ini dikejutkan oleh tingginya angka kemiskinan ekstrem yang dilaporkan, menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat. Dua aktivis terkemuka, H Retno Juarno dan Alamsyah, menyoroti kurangnya transparansi dalam penghitungan angka tersebut.
"Warga Kabupaten Tangerang dibuat bingung dengan acuan dan dasar perhitungan persentase penduduk miskin ekstrem yang kerap disampaikan ke publik tanpa penjelasan data yang transparan," ungkap H Retno Juarno, Minggu (21/12/2025).
Retno mengajak semua pihak untuk bijak dalam menilai situasi ini agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Sementara itu, Alamsyah menekankan pentingnya keterbukaan data dalam pendataan angka kemiskinan ekstrem. Ia meminta agar metodologi, indikator, dan faktor-faktor yang digunakan dalam kajian tersebut dipublikasikan secara terbuka.
“Jangan hanya bicara persentase kemiskinan ekstrem. Data dasarnya apa, indikatornya apa, wilayah mana saja, itu harus dibuka ke publik, masyarakat sekarang sudah cerdas,” ujar Alamsyah.
Alamsyah juga mempertanyakan pernyataan yang muncul di media online, di mana Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten memberikan komentar mengenai kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang. Ia menilai hal ini janggal, mengingat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi jarang melakukan pendataan langsung di Kabupaten Tangerang.
“Kalau kita jujur melihat kondisi di lapangan, sejak kapan OPD Provinsi Banten secara intens turun langsung mendata kemiskinan di Kabupaten Tangerang? Ini yang menjadi pertanyaan besar,” tegasnya.
Alamsyah menambahkan, bagaimana mungkin pihak yang jarang turun ke lapangan dapat memastikan secara akurat jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Tangerang. Ia juga menyoroti pesatnya pembangunan perumahan yang terus berkembang di daerah tersebut.
“Kalau memang angka kemiskinan ekstrem tinggi, pertanyaannya sederhana, bagaimana mungkin perumahan terus tumbuh pesat di Kabupaten Tangerang? Ini logika yang harus dijawab dengan data, bukan asumsi,” pungkasnya.