PORTALBANTEN -- Di tengah keragaman pejabat Pemerintah Kota Bogor, sosok Alma Wiranta mencuri perhatian. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor. Meskipun banyak yang mengenalnya sebagai seorang Jaksa, penelusuran lebih dalam mengungkapkan bahwa Alma, yang lahir di Balikpapan, juga memiliki akar budaya yang kuat dari suku Dayak Banjar Kalimantan dan Sunda.
Rekam jejak Alma di Kota Bogor sangat mengesankan. Ia tidak hanya menjabat sebagai Ketua Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPN) untuk periode 2024-2027, tetapi juga dipercaya sebagai Ketua Forum Kabag Hukum se-Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa Alma adalah sosok yang dinamis, komunikatif, dan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan.
Alma Wiranta memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia meraih gelar sarjana ilmu hukum dari Universitas Lambung Mangkurat dan melanjutkan pendidikan sebagai Jaksa, menjadikannya ahli dalam bidang hukum dan regulasi pemerintahan. Selain itu, ia juga menyelesaikan Magister Ilmu Pertahanan di Universitas Pertahanan dengan fokus pada strategi perang semesta, dan saat ini sedang menempuh program doktoral di universitas yang sama dengan konsentrasi keamanan nasional.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPN, Alma bertanggung jawab untuk memastikan bahwa notaris-notaris di Kota Bogor menjalankan tugas mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ia juga aktif dalam pengabdian masyarakat, terlibat dalam berbagai kegiatan seperti penyuluhan hukum dan perlindungan HAM bagi masyarakat disabilitas.
Alma tidak hanya berfokus pada pengabdian, tetapi juga berkontribusi dalam regulasi dan kebijakan Pemerintah Kota Bogor. Ia telah menerbitkan sekitar 7893 dokumen produk hukum daerah dan berhasil menyelamatkan potensi kerugian daerah sebesar 1,8 triliun rupiah. Prestasinya juga terlihat ketika JDIH Kota Bogor meraih juara 1 se-Jawa Barat pada tahun 2022 dan 2023, serta peringkat terbaik di tingkat nasional pada tahun 2023.
“Saya ikut bangga, karena kiprahnya Pak Alma sangat bermanfaat untuk kami sebagai masyarakat kecil,” ungkap Yayu Ucu Masitoh, Ketua Yayasan Mutiara Elpa Sejahtera yang bergerak di bidang pelatihan tenaga kerja.*