PORTALBANTEN - Anang Hermansyah dengan jujur membagikan kisah di balik perilisan album pertamanya Biarkanlah pada tahun 1992, di mana sosok Pay Burman memegang peranan penting dalam perjalanan awal karier musiknya.
Pada awal tahun 1990-an, Anang sudah bergabung di lingkungan Potlot dan akrab bermain musik bersama para personel Slank, termasuk Pay. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Slank Suka2, suami Ashanty ini mengungkapkan bahwa Pay lah yang membantunya masuk ke dunia rekaman.
Anang mengenang, langkah pertamanya adalah membuat demo lagu di studio Slank di Potlot. Selama hampir setahun, ia berusaha menawarkan demo tersebut ke berbagai perusahaan rekaman tanpa hasil. Hingga akhirnya, Pay membawa demo itu kepada Pak Handi, seorang produser di bawah label Musica Studio’s.
"Awalnya gue bikin demo di studio Potlot, nawar-nawarin sendiri hampir setahun nggak ada hasil. Akhirnya Pay yang bawa ke Pak Handi," kata Anang.
Lucunya, saat menawarkan demo itu, Pay sempat berniat hanya menjual lagu tanpa menyebutkan siapa penyanyinya. "Pay bilang ke Pak Handi, 'Ini lagunya enak nih, mau jual lagu aja'. Gue pikir nggak apa-apa deh, yang penting pengalaman. Tapi Pak Handi malah tertarik sama suaranya," cerita Anang sambil tertawa.
Meski demikian, Pay sempat meragukan peluang Anang karena penampilannya yang dianggap "anak desa" dan kurang keren. Namun Pak Handi tetap penasaran dan ingin melihat langsung performa Anang.
Setelah Anang tampil di depan Pak Handi, ia akhirnya diberi kesempatan untuk merekam lagunya sendiri di studio Musica. Usai rekaman, hasilnya membuat Pak Handi puas dan memutuskan untuk mempercayakan Anang sebagai penyanyi. Namun ada satu syarat, Anang harus memperbaiki penampilannya agar terlihat lebih menarik.
"Pak Handi seneng sama hasil rekaman, tapi nyuruh gue dandan. Gue dikasih sejuta buat beli baju," kenang Anang sambil tersenyum.
Berbekal pengalaman tersebut, Anang resmi debut sebagai solois dan kemudian meluncurkan beberapa album lainnya setelah Biarkanlah.