PORTALBANTEN - Pengamat sosial Ari Sumarto Taslim menyatakan dukungannya terhadap pendekatan unik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam menangani kenakalan pelajar melalui sistem pendidikan ala barak. Menurut Ari, sistem tersebut bukan bentuk hukuman fisik atau kekerasan, melainkan cara pendidikan disiplin berbasis kebersamaan dan tanggung jawab.

Barak bukan penjara. Ini adalah ruang pendidikan yang menekankan kedisiplinan, kerja sama, dan pembentukan karakter anak-anak yang mulai kehilangan arah, ujar Ari dalam pernyataannya, Selasa 21 Mei 2025.

Menurutnya, banyak anak sekolah kehilangan figur otoritas dan nilai keteladanan di rumah maupun sekolah. Dengan sistem barak, anak-anak bisa kembali belajar tentang tanggung jawab, waktu, dan batasan, tanpa harus merasa dihakimi.

Ari menekankan bahwa keberhasilan sistem barak bergantung pada pendekatan yang humanis dan edukatif. Bukan keras secara fisik, tetapi tegas dalam nilai. Itu yang sedang dicoba oleh Dedi Mulyadi, katanya.*