PORTALBANTEN.NET – Kepolisian Daerah Banten mencatat peningkatan signifikan jumlah kendaraan dan penumpang selama arus mudik Lebaran 2026. Namun di tengah lonjakan tersebut, angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas justru mengalami penurunan yang cukup drastis.

Dalam keterangannya, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengungkapkan bahwa total kendaraan yang melintas mengalami kenaikan sebesar 6 persen, dari 244.395 unit menjadi 258.223 unit, atau bertambah sebanyak 13.828 unit. Peningkatan didominasi oleh kendaraan roda empat (R4) yang naik 4 persen dari 124.228 menjadi 128.700 unit, serta kendaraan roda dua (R2) yang meningkat 5 persen dari 96.512 menjadi 101.394 unit.

Tidak hanya itu, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebesar 5 persen, dari 971.957 orang menjadi 1.025.303 orang, atau bertambah sebanyak 53.346 penumpang.

“Puncak arus mudik terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran, yakni tanggal 18 dan 19 Maret. Pada 18 Maret tercatat 44.898 unit kendaraan dengan 164.099 penumpang. Sementara pada 19 Maret meningkat menjadi 47.487 kendaraan dan 165.705 penumpang,” jelas Kapolda pada Senin (30/03).

Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada H+1 dan H+4 Lebaran. Pada 22 Maret tercatat 13.474 unit kendaraan dan 53.698 penumpang, serta pada 25 Maret sebanyak 10.745 kendaraan dengan 53.751 penumpang.

Di sisi lain, hasil Operasi Ketupat Maung 2026 menunjukkan capaian positif dalam bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas). Angka kecelakaan lalu lintas tercatat turun hingga 58 persen, dari 33 kejadian menjadi 14 kejadian.

Korban meninggal dunia juga menurun 57 persen dari 7 orang menjadi 3 orang. Korban luka berat tercatat tetap sebanyak 7 orang, sementara korban luka ringan turun drastis 74 persen dari 38 orang menjadi 10 orang.

Tak hanya itu, jumlah pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan sebesar 69 persen, dari 2.377 pelanggaran menjadi 734 pelanggaran. Penindakan tilang menurun 27 persen dari 762 menjadi 559, dan teguran turun tajam 89 persen dari 1.615 menjadi 175 teguran.

Penurunan angka kecelakaan dan pelanggaran ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta efektivitas pengamanan yang dilakukan selama operasi berlangsung.