PORTALBANTEN – Banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, belakangan ini kembali menjadi perbincangan publik, terutama setelah beredarnya sebuah video pendek yang menyebut proyek pembangunan di kawasan Gunung Salak sebagai penyebab utamanya. Namun, sejumlah warga lokal justru membantah klaim tersebut.

Menurut warga asli Tamansari, penyebab banjir lebih disebabkan oleh penyempitan saluran irigasi dan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Tidak benar kalau kita menyalahkan proyek di Gunung Salak. Masalah utamanya justru di kebiasaan warga sendiri dan menyempitnya saluran air,” tegas Sulaeman, tokoh masyarakat Desa Sirnagalih, saat ditemui pada Minggu (7/7/2025).

Sulaeman menyebut, irigasi besar yang dulunya mampu menampung debit air cukup besar, kini telah menyempit akibat alih fungsi lahan dan pembangunan pemukiman yang semakin padat.

“Dulu alirannya besar, sekarang sudah sempit karena makin banyak bangunan. Ditambah banyak warga buang sampah sembarangan ke sungai,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Sumpena, warga Desa Pasireurih. Ia menuturkan bahwa banjir bukan hal baru bagi warga Tamansari. Bahkan saat hujan tidak terlalu deras pun, banjir tetap bisa terjadi.

“Sudah sering banjir di sini. Jadi bukan cuma karena proyek, tapi ini masalah lama, saluran mampet, sampah, dan padatnya penduduk,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 26 detik yang beredar di media sosial menyebut bahwa luapan air sungai di RW 04, Desa Sirnagalih, pada Sabtu (5/7/2025), disebabkan proyek pembangunan di kawasan Gunung Salak. Klaim itu langsung diklarifikasi oleh warga yang menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar.

Warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan penataan kembali saluran air dan edukasi masyarakat soal pentingnya menjaga lingkungan.