PORTALBANTEN -- Pemerintah Provinsi Banten melantik lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten periode 2025–2030 di Pendopo Gubernur Banten. Gubernur Andra Soni menekankan potensi besar zakat sebagai instrumen pembangunan daerah yang terencana.

Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa zakat bukan hanya sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen pembangunan yang setara dengan CSR perusahaan dan harus dikelola dengan baik agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baznas diharapkan aktif terlibat dalam perencanaan pembangunan daerah, dengan program yang sejalan dengan kebijakan pemerintah, tepat sasaran, taat aturan, dan terukur hasilnya. Sinergi antara Baznas provinsi, kabupaten, dan kota juga ditekankan untuk menciptakan ekosistem zakat yang utuh.

Kepengurusan baru Baznas Banten diharapkan fokus pada zakat produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi umat dan mengurangi ketergantungan pada bantuan jangka pendek.

Baznas Banten menyatakan kesiapannya untuk bersinergi, mengelola dana umat secara transparan dan profesional, serta memperluas penghimpunan zakat dari sektor swasta dan ekonomi kreatif digital.

"Zakat dikelola dengan niat baik. Dampaknya harus nyata," kata Gubernur Andra Soni, Senin (29/12).

Pemerintah Provinsi Banten mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi serta mengawasi dan mendukung agar zakat memberikan dampak positif bagi Banten.*