PORTALBANTEN – Ancaman pergerakan tanah di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belum sepenuhnya mereda. Laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang diterima Rabu (23/4), mengungkapkan bahwa wilayah terdampak terus meluas dengan masuknya Pedukuhan Ares sebagai zona baru yang terancam.
Dengan bertambahnya desa tersebut, maka total pedukuhan terdampak kini mencapai lima: Krajan, Karanganyar, Babakan, Cupang Bungur, dan Ares. Setidaknya 63 warga di Pedukuhan Ares kini masuk dalam daftar populasi berisiko, mempertegas bahwa pergerakan tanah di wilayah ini bukan hanya bencana sesaat, melainkan fenomena dinamis yang berpotensi terus berkembang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyatakan bahwa kewaspadaan harus menjadi prioritas bersama. “Situasi seperti ini menuntut kita tidak hanya fokus pada penanganan dampak, tapi juga pada mitigasi lanjutan, karena kontur tanah yang labil dan cuaca yang masih fluktuatif berpotensi menimbulkan bencana ikutan,” ujarnya.
Antisipasi Meluas, Perlindungan Warga dan Ternak Diperkuat
Menanggapi situasi yang berkembang, BPBD Kabupaten Brebes telah mengambil langkah antisipatif. Selain mendirikan titik-titik pengungsian, pemerintah juga mulai menyiapkan lokasi khusus evakuasi hewan ternak milik warga. Langkah ini menjadi penting karena hewan ternak merupakan aset ekonomi yang bernilai tinggi bagi warga pedesaan.
Langkah tanggap darurat ini juga menjadi bagian dari strategi perlindungan yang lebih menyeluruh: bukan hanya menyelamatkan nyawa manusia, tetapi juga menjaga keberlangsungan hidup mereka pascabencana.
Situasi Nasional: Dari Brebes ke Mojokerto dan Pati
Sementara Brebes masih siaga, kabar positif datang dari Kabupaten Mojokerto. Jalur vital Pacet–Cangar yang sempat tertutup akibat longsor awal April kini kembali dibuka untuk kendaraan sejak pukul 05.00 hingga 18.00 WIB. Meski demikian, jalur ini tetap diawasi ketat dan dapat ditutup sewaktu-waktu jika cuaca ekstrem kembali terjadi.