PORTAL BANTEN - Aksi premanisme gaya baru terungkap di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Seorang pria asal Semarang, Ida Bagus Aditya Argha sebagai pelakunya berhasil diamankan Polres Pacitan.

Pria berusia 38 tahun itu nekat berkeliling dari satu toko ritel ke toko lain untuk meminta iuran kebersihan. Ia tidak sendiri beraksi dengan percaya diri, lengkap dengan kwitansi dan stempel palsu yang mencatut nama Karang Taruna.

Namun, aksi liciknya tak bertahan lama. Ida Bagus kini harus meringkuk di balik jeruji setelah diringkus jajaran Polres Pacitan pada pekan ketiga Mei 2025.

“Pelaku ini datang ke toko-toko seperti Alfamart dan Indomaret, berpura-pura jadi petugas Karang Taruna yang menarik iuran kebersihan.

Modusnya sangat meyakinkan karena ia bawa kwitansi lengkap dengan stempel," terang Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Kamis (22/5/2025).
Kejadian bermula pada Selasa, 13 Mei 2025. Sekitar pukul 12.30 WIB, pelaku mendatangi salah satu gerai Alfamart di Pacitan. Ia mengaku sebagai petugas baru dari Karang Taruna dan menagih iuran kebersihan sebesar Rp100.000. Kasir sempat curiga karena bukan orang yang biasa datang. 

Tapi karena pelaku tampil meyakinkan pakai topi, jumper abu-abu, celana jeans, dan menenteng kwitansi bertanda stempel, uang pun berpindah tangan.

Setelah pelaku pergi, kasir melakukan kroscek kepada petugas kebersihan yang asli dan mendapati bahwa tidak pernah ada pergantian petugas, apalagi penarikan iuran hari itu. 

“Setelah ditelusuri, ternyata toko lain juga kena tipu. Pola dan orangnya sama,” ujar Kapolres.

Polisi bergerak cepat. Pelaku berhasil diringkus bersama berbagai barang bukti yang memperkuat dugaan penipuan terencana. Di antaranya: