PORTALBANTEN — Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi utama di kawasan Asia Tenggara. Hal ini tercermin dari pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan 19 perusahaan besar Korea Selatan, yang tergabung dalam Federasi Industri Korea (FKI), di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.
Perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti Lotte Corporation, Hyundai Motor Group, dan POSCO Holdings berkomitmen untuk memperkuat kehadiran mereka di Indonesia, dengan total investasi yang mencapai hampir 15,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 269 triliun), serta rencana tambahan sebesar 1,7 miliar dolar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa komitmen investasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu destinasi investasi paling menarik di kawasan. “Dengan tambahan investasi yang direncanakan, kami optimistis akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Airlangga, pada Senin, 28 April 2025.
Proyek-proyek strategis pun mulai menunjukkan hasil. Lotte Chemical akan meresmikan pabrik petrokimia barunya pada akhir 2025, sementara Hyundai Motor Group dan POSCO Holdings terus memperluas operasional mereka di sektor otomotif dan baja nasional. Di sektor mineral strategis, EcoPro telah berinvestasi hampir 500 juta dolar AS untuk pengembangan smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.
Di sisi lain, KCC Glass Corporation yang sudah menggarap kawasan industri Batang, kini mempersiapkan ekspansi lebih lanjut.
Federasi Industri Korea (FKI), yang menaungi lebih dari 420 perusahaan besar Korea Selatan, terus berkomitmen memperdalam hubungan bisnisnya dengan Indonesia di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, ritel, hingga jasa.
Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan tak hanya mempercepat industrialisasi nasional, tapi juga memperkuat ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.*