PORTALBANTEN — Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah permukiman di Kota Tangerang. Kondisi ini mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bergerak cepat membantu warga terdampak, salah satunya Organisasi Masyarakat (Ormas) BPPKB Banten.

Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial, BPPKB Banten melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Tangerang langsung turun ke lapangan melakukan aksi kemanusiaan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC BPPKB Banten Kota Tangerang, Zainal Febryanto, S.H., bersama jajaran pengurus dan anggota.

Aksi sosial dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan fokus kegiatan di RW 08 dan RW 13, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Para anggota BPPKB Banten bergotong royong membantu membersihkan rumah warga, lingkungan sekitar, serta fasilitas umum yang terdampak banjir, guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

Zainal Febryanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan komitmen BPPKB Banten untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.

“Tujuan kami sederhana, agar BPPKB benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Tangerang, khususnya ketika mereka sedang mengalami musibah,” ujarnya.

Kegiatan kemanusiaan ini juga dihadiri oleh Dian Yoenita Bakrie, Ketua Srikandi DPC BPPKB Banten Kota Tangerang, bersama para anggota Srikandi. Kehadiran mereka menegaskan peran penting perempuan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Kami ingin membantu, merangkul, serta memberi semangat dan harapan baru kepada masyarakat, khususnya para perempuan. Mereka harus tahu bahwa mereka tidak sendiri. Perempuan juga harus memiliki semangat juang dalam menghadapi segala situasi, baik suka maupun duka,” tutur Dian.

Aksi sosial tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain organisasi kemasyarakatan yang kerap mendapat stereotip negatif. Melalui kerja nyata dan kepedulian langsung di lapangan, BPPKB Banten membuktikan bahwa ormas mampu berkontribusi positif, menciptakan keharmonisan, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi peran organisasi kemasyarakatan di tahun 2026 dan seterusnya, sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi antara ormas dan warga dapat menjadi kekuatan sosial dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.