PORTALBANTEN -- Sering kali kita mendengar bahwa pemanasan yang baik adalah kunci untuk menghindari cedera saat berolahraga. Namun, apakah benar bahwa kurangnya pemanasan adalah penyebab utama cedera? Dr. Andhika Raspati SpKO, seorang spesialis olahraga, memberikan penjelasan yang menarik mengenai hal ini.
Menurut dr. Dhika, risiko cedera tidak hanya disebabkan oleh pemanasan yang kurang optimal. Meskipun pemanasan tetap penting, cedera bisa terjadi karena berbagai faktor lainnya.
"Jangan kemudian berpikir bahwa kalau pemanasan gue bener, gue akan aman dari cedera, itu nggak," kata dr. Dhika.
Ia menjelaskan bahwa cedera dapat terjadi ketika seseorang melakukan aktivitas fisik yang melebihi kapasitas jaringan tubuhnya.
"Namanya orang itu akan cedera kalau dia melakukan aktivitas fisik, latihan fisik, atau olahraga yang melebihi kapasitas jaringan tubuhnya, itulah cedera bisa terjadi," lanjutnya.
Dr. Dhika juga menyoroti pentingnya cara pemanasan yang tepat. Banyak orang yang masih keliru dalam melakukan pemanasan, terutama saat stretching. Alih-alih memulai dengan gerakan dinamis, banyak yang justru memilih gerakan statis.
"Untuk memulai, lebih bagus yang dinamis. Karena kita kan mau melakukan gerakan yang dinamis kan, jadi harus dimulai dengan yang dinamis pula," jelasnya.
Setelah berolahraga, dr. Dhika menekankan pentingnya melakukan pendinginan. Proses ini bertujuan untuk mengembalikan tubuh ke kondisi semula.
"Mengembalikan sirkulasi darah dan mendinginkan otot-ototnya. Kalau mengembalikan sirkulasi darah, bisa dengan berjalan," ungkapnya.