PORTAL BANTEN - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 8 juta masyarakat di seluruh Indonesia menunjukkan temuan menarik: masalah gigi dan mulut menjadi keluhan kesehatan yang paling dominan. Inisiatif yang melibatkan ribuan puskesmas ini membuka mata akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan oral di tengah masyarakat.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, bahkan mengakui pengalamannya sendiri saat pemeriksaan gigi membuatnya menyadari betapa perlunya meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi. "Masalah yang kita temui dari cek kesehatan gratis ini, yang paling tinggi adalah gigi. Saya baru sadar begitu periksa gigi saya ada bolongnya, beberapa juga diganti. Nah masalah kesehatan gigi ini tinggi sekali, terjadi di masyarakat Indonesia," ungkapnya dalam konferensi pers.
Menkes menambahkan, "Dan saya akui memang kita kurang perhatian ke kesehatan gigi, padahal ini penting." Pernyataan ini menggarisbawahi perlunya upaya lebih gencar untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan gigi yang terjangkau.
Senada dengan temuan tersebut, peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan, mengungkapkan bahwa lebih dari separuh peserta CKG memiliki berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Keluhan meliputi gigi berlubang, gigi hilang, gigi goyang, hingga gusi turun.
"Ini 50 sampai 60 persen mengalami masalah ini," jelas Iwan Ariawan, menyoroti besarnya proporsi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan oral.
Data CKG periode Februari-April 2025 menunjukkan kelompok usia dengan masalah gigi dan mulut terbanyak adalah:
18-29 tahun: 65,1 persen
30-39 tahun: 58,1 persen
43-59 tahun: 71,3 persen