PORTALBANTEN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mengemukakan ide baru dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan sistem pembelajaran lebih efektif dan inklusif bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dalam rapat koordinasi bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Bogor pada Kamis (13/3/2025), Dedi mengusulkan beberapa kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.  

Salah satu kebijakan yang tengah ia dorong adalah penyesuaian jam masuk sekolah menjadi lebih pagi. Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar mengatur waktu belajar, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup lebih disiplin di kalangan siswa. "Dari budaya nongkrong sampai jam 12 malam menjadi budaya tidur jam 9 malam," ujar Dedi. Ia meyakini bahwa kebiasaan tidur lebih awal akan membantu siswa lebih fokus dan produktif dalam proses belajar.  

Selain itu, Dedi juga menyoroti kesenjangan dalam kualitas pendidikan antara siswa dari keluarga mampu dan kurang mampu. Untuk mengatasi hal ini, ia merancang program penugasan guru-guru terbaik ke sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga miskin. Langkah ini bertujuan agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pengajaran berkualitas.  

Kebijakan ini sejalan dengan visi Dedi Mulyadi untuk menciptakan pendidikan yang lebih adil dan merata di Jawa Barat. Dengan kombinasi kedisiplinan waktu dan akses pendidikan yang lebih setara, ia berharap sistem pendidikan di Jawa Barat dapat menghasilkan generasi yang lebih unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.*