PORTALBANTEN - Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerbitkan kebijakan penting berupa 9 langkah pembangunan pendidikan di Jawa Barat. Langkah ini menjadi arah baru dalam membentuk karakter peserta didik menuju generasi “Gapura Panca Waluya” yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer (sehat, baik, benar, pintar, dan unggul), pada 2 Mei 2025.
Lewat Surat Edaran Gubernur Dedi Mulyadi No. 43/PK.03.04/KESRA yang ditujukan kepada para Bupati/Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kantor Wilayah Kemenag se-Jawa Barat, Dedi menekankan pentingnya reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, mulai dari fasilitas hingga pembentukan karakter peserta didik.
1. Fasilitas Pendidikan yang Lebih Manusiawi
Gubernur meminta peningkatan sarana pendidikan, termasuk penyediaan toilet di dalam kelas, agar tercipta lingkungan belajar yang sehat dan ramah anak.
2. Kualitas Guru Jadi Fokus Utama
Guru diminta untuk lebih adaptif dan memahami perkembangan anak secara menyeluruh, bukan hanya sebagai pengajar, melainkan pembentuk manusia seutuhnya.
3. Larangan Wisata Bertopeng Studi
Sekolah dilarang mengadakan study tour atau piknik yang membebani orang tua. Sebagai gantinya, sekolah dianjurkan membuat program kreatif seperti pengelolaan sampah, pertanian organik, hingga pengenalan dunia industri.
4. Stop Wisuda Seremonial
Dedi menegaskan pelarangan kegiatan wisuda di semua jenjang pendidikan karena dianggap tak memberi nilai akademik.
5. Menuju Makan Bergizi Gratis
Sebagai bagian dari program MBG (Makan Bergizi Gratis), peserta didik dianjurkan membawa bekal sehat dan menabung sejak dini.
6. Dilarang Naik Motor di Bawah Umur
Peserta didik yang belum cukup umur dilarang menggunakan kendaraan bermotor, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan anak.
7. Ekstrakurikuler Penguat Nasionalisme
Wawasan kebangsaan ditekankan lewat kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dan Paskibra, demi membentuk karakter cinta tanah air.