PORTAL BANTEN - Artis sinetron Delia Yasmine mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya yang terjebak dalam penipuan yang dilakukan oleh Tiktokers asal Probolinggo, Luluk Sofiatul Jannah. Dalam sebuah grup terbuka yang ia buat, Delia menemukan lebih dari sepuluh orang lain yang juga menjadi korban, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 3,1 miliar.
Melalui akun Instagram @Deliayasm1ne, Delia membagikan daftar nama-nama korban dalam grup yang dinamakan 'KORBAN LULUK'. Para korban berasal dari berbagai daerah, mulai dari Probolinggo hingga Banyuwangi. Di antara mereka, Delia sendiri mengalami kerugian sebesar Rp 130 juta.
Korban lainnya termasuk RA dari Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, yang mengalami kerugian hingga Rp 2.058.500.000 ditambah Rp 30 juta. Sementara itu, AA dari Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kehilangan Rp 400 juta, dan teman RA juga mengalami kerugian sebesar Rp 350 juta. Beberapa korban lain, seperti NA dari Kabupaten Probolinggo, NT dari Banyuwangi, YK dari Kecamatan Pajarakan, dan AH dari Kecamatan Paiton, juga melaporkan kerugian yang bervariasi.
"Rp 3 miliar loh mbak, menyala sekali kamu. Ini belum semua, masih ada miliar berikutnya ditunggu saja rangkuman lengkapnya. Ini korban sementara, yang merasa jadi korban, DM aku dan lapor bareng," tulis Delia dalam unggahannya.
Sementara itu, kuasa hukum beberapa korban, Asman Afif Ramadhan, mengonfirmasi bahwa mereka sedang menangani kasus penipuan yang melibatkan Luluk Sofiatul Jannah. "Ada beberapa korban yang meminta kami jadi kuasa hukumnya, kemungkinan akan bertambah lagi. Dalam waktu dekat akan kami laporkan ke Polres Probolinggo," kata Rama, sapaan akrabnya.
Rama menambahkan bahwa timnya telah melakukan beberapa langkah, termasuk mengirimkan somasi kepada Luluk dan suaminya. Namun, hingga saat ini, belum ada respons karena Luluk sedang berada di luar kota. "Sudah kami lacak keberadaannya. Kami juga sudah ada itikad baik, tapi malah tidak digubris. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan kami laporkan," ungkap Rama.
Beberapa klien yang menjadi korban berasal dari Kabupaten Probolinggo, dan mereka akan melaporkan kasus ini ke Polres Probolinggo sambil menunggu klien tambahan.*