PORTALBANTEN – Suasana Minggu pagi (6/4/2025) di Alun-alun Kabupaten Pandeglang terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan hanya karena antusiasme warga yang mengikuti jalan sehat dan senam pagi, tetapi juga karena hadirnya sosok Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang turun langsung menyapa, bercengkerama, dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Tanpa sekat dan protokoler yang kaku, Dimyati membaur dengan warga. Selepas olahraga pagi, ia tak langsung meninggalkan lokasi, melainkan memilih berkeliling alun-alun, mengobrol santai dengan pedagang kaki lima, menyapa petani, dan bahkan memerhatikan kondisi sekitar seperti saluran air dan jalan lingkungan yang mulai rusak.
“Kita bisa seperti ini karena petani. Kita harap Banten akan surplus kebutuhan bahan pokoknya dan tidak ada kekurangan,” ujarnya sambil menunjuk hasil tani lokal yang dijajakan warga.
Kepemimpinan yang menyapa ini terasa kuat saat Dimyati menaruh perhatian terhadap saluran air yang mampet serta jalan yang amblas di sekitar area. Ia menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi riil di lapangan. “Intinya kita harus dekat dengan masyarakat dan memiliki sense of crisis terhadap kondisi yang ada,” tegasnya.
Gaya pemimpin yang turun langsung ini mendapat sambutan hangat dari warga, termasuk para pedagang. Dahlia, seorang penjual sayur, mengaku senang dan tak menyangka akan disapa langsung oleh wakil gubernur.
“Senyumnya Pak Dim saya senang. Senang dan bangga ada bapak ke sini,” kata Dahlia sambil menunjukkan hasil dagangannya.
Meski masih dalam suasana Lebaran dan halal bihalal, Dimyati memanfaatkan momen itu tak sekadar untuk seremonial, tetapi menjadi ruang dialog dan penguatan kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat.
Gaya kepemimpinan menyapa ala Dimyati menjadi pengingat bahwa pembangunan tak selalu soal kebijakan dari balik meja, tapi juga tentang mendengarkan denyut nadi rakyat dari dekat.*