PORTALBANTEN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor terus berupaya mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui kegiatan Sosialisasi Pengurangan Sampah yang berlangsung selama tiga hari, dari 28 hingga 30 Juli 2025, di Rizen Premiere Hotel.

Dengan tema “Bersama Mewujudkan Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan”, acara ini dihadiri oleh 136 peserta yang berasal dari 13 kecamatan dan 17 desa/kelurahan di Kabupaten Bogor. Mereka terdiri dari berbagai elemen, termasuk PKK, Karang Taruna, guru, tokoh masyarakat, serta perwakilan Koperasi Merah Putih dari setiap kecamatan.

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Dede Armansyah, dan dipandu oleh Kepala Seksi Pengurangan Sampah, Nurharyanti.

Dalam sambutannya, Dede Armansyah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi masalah sampah. “Pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dari rumah tangga hingga kelembagaan, semua harus ambil bagian,” kata Dede, Selasa (29/7/2025).

Selama sosialisasi, peserta mendapatkan 10 materi penting mengenai pengurangan dan pengelolaan sampah, termasuk teknik dan praktik inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Salah satu narasumber, Arief dari IPB University, membagikan pengetahuan tentang menjaga lingkungan dari rumah dengan cara pengomposan skala komunal yang sederhana namun efektif. Ia mendorong penggunaan bak kompos tanpa mesin, tanpa listrik, dan tanpa bau sebagai langkah awal menjaga lingkungan.

Materi menarik lainnya disampaikan oleh R. Mursid dari KSM Mitra Ruhai, yang memperkenalkan teknik budidaya maggot BSF (larva lalat Black Soldier Fly) sebagai solusi ramah lingkungan untuk pengolahan sampah organik yang juga bernilai ekonomis.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunitas yang sadar lingkungan, mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari limbah menjadi sumber daya yang berharga.

Dengan sosialisasi ini, DLH Kabupaten Bogor berharap gerakan pengurangan sampah dapat semakin meluas, tidak hanya sebatas wacana, tetapi juga diimplementasikan dalam aksi nyata di tingkat akar rumput.*