PORTALBANTEN – Pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Minggu (2/3/2025), warga yang terdampak mulai melakukan upaya pembersihan rumah dari material lumpur dan puing-puing yang terbawa arus. Hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor pada malam sebelumnya memicu luapan air yang menghantam pemukiman, mengakibatkan ratusan jiwa terdampak dan sebagian besar harus mengungsi.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Kampung Pensiunan di Desa Tugu. Hingga saat ini, sebanyak 575 warga masih bertahan di tempat pengungsian sementara, sebagian besar di masjid yang dijadikan posko darurat. Meski banjir telah surut, kondisi lingkungan masih dipenuhi lumpur tebal, membuat proses pembersihan memakan waktu lebih lama.

Sejumlah organisasi kemanusiaan dan relawan turut membantu warga dalam proses pemulihan pascabencana. Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah mendistribusikan bantuan darurat berupa selimut hangat, makanan siap saji, serta perlengkapan tidur bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Eka Suwandi dari DMC Dompet Dhuafa mengungkapkan bahwa selain memberikan bantuan langsung, timnya juga melakukan asesmen kebutuhan warga. Dari hasil pemantauan, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain makanan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa, perlengkapan kebersihan, serta pakaian bersih.
Selain bantuan logistik, DMC Dompet Dhuafa juga mengerahkan Dapur Keliling (Darling) yang mulai beroperasi pada Rabu (4/3) dini hari. Tim ini menyediakan makanan sahur bagi 234 penyintas di pengungsian dan berencana menyiapkan makanan berbuka puasa di hari-hari berikutnya.
Sementara itu, hujan yang masih turun pada malam hari membuat warga harus tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Meski demikian, semangat gotong royong di tengah masyarakat tetap kuat. Dengan bantuan relawan dan berbagai pihak, warga berupaya bangkit dari bencana dan memulihkan kehidupan mereka secara perlahan.*