PORTAL BANTEN - Kepolisian Resor Serang berhasil menangkap dua pelaku pengeroyokan yang terjadi pada staf Kementerian Lingkungan Hidup dan seorang wartawan. Kejadian ini berlangsung saat kegiatan inspeksi di PT Genesis Regeneration Smelting, Jawilan, Serang, Banten, pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Kapolres Serang Kabupaten, Ajun Komisaris Besar Pol. Candra Sasongko, mengungkapkan bahwa kedua pelaku yang ditangkap adalah petugas keamanan perusahaan. "Tersangka dua orang bernama Karem security perusahaan sudah kami amankan dalam perjalanan ke Polres Serang. Ditangkap di Pamarayan. Dan seorang lagi bernama Bangga security internal pabrik," kata Candra, Kamis, 21 Agustus 2025.

Candra menambahkan bahwa pihaknya telah mengerahkan Satuan Reserse Kriminal untuk menyelidiki lebih lanjut kasus dugaan penganiayaan ini. Dari hasil penyelidikan, Polres Serang telah mengidentifikasi 6 hingga 7 pelaku lainnya berdasarkan pengakuan Karem. Selain petugas keamanan, para pelaku pengeroyokan juga merupakan karyawan di perusahaan tersebut.

Motif di balik penganiayaan ini diduga berkaitan dengan penolakan terhadap penyegelan dan pelarangan beroperasinya perusahaan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Meskipun demikian, Candra menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami kemungkinan motif lainnya.

Polisi menerima laporan dari lima korban pengeroyokan, termasuk empat staf KLH, di antaranya Anton Rumandi, serta seorang wartawan dari Tribun, Rifky Juliana. Candra juga menyatakan bahwa kelima korban telah menjalani visum.

Anton Rumandi, salah satu staf Humas KLH, menceritakan pengalaman pahitnya saat insiden tersebut. "Sepertinya mereka mengincar saya. Saat saya mengontak teman untuk berkoordinasi pulang ke Jakarta, tiba-tiba saya ditarik, telepon genggam saya dirampas. Saya ditonjok dan dikeroyok. Ada teman media, wartawan Tribun (Rifki Juliana), yang menolong melerai saya, tapi turut menjadi korban pengeroyokan," ungkap Anton.

Setelah insiden tersebut, Anton dan rekan-rekannya segera melakukan visum dan melaporkan kejadian itu ke kantor polisi. "Kami segera visum. Yang saya rasakan ada luka lebam di hidung dan pelipis. Kalau Rifky dari media Tribun masih syok," kata Anton.

Candra menambahkan bahwa PT Genesis Regeneration Smelting dikenal bandel. Menurutnya, perusahaan ini telah beberapa kali mendapat tindakan dari KLH, mulai dari pengawasan pada tahun 2023 hingga penyegelan pada tahun 2025, namun tetap melanjutkan operasinya.*