PORTALBANTEN - Kisah hidup H’Hen Nie, mantan asisten rumah tangga yang kini menjadi ikon kecantikan Vietnam, kembali menarik perhatian publik. Wanita yang menyabet gelar Miss Universe Vietnam 2017 ini dikenal luas berkat perjuangannya yang luar biasa, dari kehidupan sederhana hingga meraih sukses besar.
Dilansir dari Eva.vn, H’Hen Nie dijuluki "Cinderella Asia" oleh media internasional. Perempuan kelahiran 1992 ini berasal dari latar belakang keluarga petani dan sejak kecil terbiasa menggembala sapi serta membantu orangtuanya bercocok tanam.
Pada usia 14 tahun, keluarganya sempat mendorongnya untuk menikah. Namun, H’Hen memilih menempuh jalur pendidikan. Tekad kuatnya untuk mengubah nasib membuatnya pindah ke Kota Ho Chi Minh dengan bekal hanya 500.000 VND. Di kota besar itu, ia bekerja sebagai ART dan model demi menyambung hidup serta membiayai kuliahnya.
Perjuangannya berbuah manis saat ia berhasil menjadi Miss Universe Vietnam 2017 dan kemudian menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk lima besar di ajang Miss Universe 2018. Sejak saat itu, H’Hen aktif di berbagai bidang mulai dari dunia akting, televisi, hingga menjadi juri kontes kecantikan.
Pada tahun 2022, ia membuat heboh dengan membeli sebidang tanah seluas 60.000 meter persegi sebagai hadiah untuk orangtuanya. Akhir tahun 2024, H’Hen juga diketahui telah membangun rumah mewah di Kota Ho Chi Minh. Awal 2025, ia resmi menikah dengan fotografer bernama Khoi yang lebih tua tiga tahun darinya. Khoi dikenal sangat mendukung dan mencintai H’Hen, bahkan sering membantu pekerjaan sang istri.
Namun, tak semua perjalanan finalis kontes kecantikan berjalan mulus. Berbeda dengan H’Hen Nie, seorang finalis asal Thailand bernama Panicha alias Lemon justru mengalami nasib pahit setelah menjadi korban penipuan dalam dunia kontes.
Dan dilansir dari TheThaiger (8/10/2024), Lemon mengaku telah mengeluarkan dana sekitar 800 ribu baht (sekitar Rp375 juta) demi memenangkan sebuah kontes kecantikan di Provinsi Suphan Buri. Uang tersebut diberikan kepada seseorang yang mengaku sebagai manajer kontes, dengan janji bahwa Lemon akan dinobatkan sebagai pemenang utama.
Awalnya, Lemon hanya diminta membayar sekitar Rp94 juta. Namun, permintaan uang terus berlanjut hingga total mencapai Rp375 juta. Sayangnya, meskipun sudah menggelontorkan uang dalam jumlah besar, Lemon hanya berhasil masuk lima besar dan gagal meraih posisi juara.
Merasa ditipu, Lemon pun mengadu ke organisasi nirlaba Saimai Survive dan berharap mendapat keadilan. Ia menyesalkan bahwa niat tulusnya untuk berkompetisi harus berujung pada kekecewaan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.