PORTAL BANTEN – Dengan semakin meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan, perhatian terhadap aspek keamanan dan keselamatan menjadi sangat penting. Pengamat sosial dan gaya hidup, Ari Sumarto Taslim, mengingatkan bahwa edukasi mengenai hal ini harus menjadi prioritas bagi semua pengguna, baik pengemudi maupun masyarakat umum.
Ari menjelaskan bahwa meskipun mobil listrik menawarkan berbagai keuntungan seperti efisiensi energi dan biaya operasional yang lebih rendah, tantangan utama terletak pada pemahaman masyarakat yang masih minim mengenai aspek teknis dan risiko yang terkait dengan kendaraan berbasis baterai.
“Mobil listrik bukan sekadar soal gaya hidup modern atau teknologi canggih. Kita perlu menekankan aspek keselamatan, mulai dari pemakaian, pengisian daya, hingga penanganan saat darurat,” kata Ari, Minggu (6/7/2025).
Berikut adalah beberapa tips keamanan dan keselamatan penggunaan mobil listrik yang disampaikan oleh Ari Sumarto Taslim:
1. Pastikan Instalasi Pengisian Daya Aman dan Tersertifikasi
Ari mengingatkan agar pengguna hanya melakukan pengisian daya di stasiun pengisian resmi atau menggunakan perangkat pengisi daya rumah tangga yang sudah bersertifikat dan terpasang oleh teknisi berizin. “Kesalahan instalasi bisa memicu korsleting atau kebakaran, apalagi jika sambungan listrik rumah tidak sesuai kapasitas mobil listrik,” ujarnya.
2. Hindari Mengisi Daya di Lokasi Terbuka Saat Hujan
Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau petir dapat membahayakan saat proses pengisian daya. “Sebaiknya lakukan pengisian di tempat tertutup atau terlindungi, dan hindari mengisi daya saat terjadi cuaca ekstrem,” tambah Ari.
3. Kenali Karakteristik Mobil Listrik Saat Berkendara
Mobil listrik memiliki akselerasi instan dan suara yang sangat senyap. Hal ini bisa menimbulkan potensi kecelakaan, terutama di lingkungan ramai atau perumahan. “Pengemudi harus waspada, karena suara senyap bisa membuat pejalan kaki tidak menyadari keberadaan kendaraan. Manfaatkan fitur peringatan suara jika tersedia,” jelasnya.
4. Perhatikan Perawatan Baterai
Salah satu komponen paling vital dalam mobil listrik adalah baterai. Penggunaan yang tidak sesuai, seperti pengisian berlebih atau suhu ekstrem, dapat memperpendek umur baterai atau bahkan menyebabkan malfungsi. “Jangan tunggu baterai benar-benar habis sebelum diisi ulang, dan hindari paparan panas berlebihan jika parkir di luar ruangan,” saran Ari.
5. Siapkan Protokol Darurat
Sebagai bentuk antisipasi, pengguna juga perlu mengetahui prosedur penanganan saat terjadi kecelakaan, kerusakan baterai, atau kebakaran. “Mobil listrik memiliki karakter penanganan darurat yang berbeda dari mobil bensin. Pelajari petunjuk produsen dan simpan nomor darurat teknisi khusus kendaraan listrik,” tegas Ari.