PORTALBANTEN -- Film terbaru berjudul "Pelangi di Mars" yang diproduksi oleh Mahakarya Pictures & MBK mengajak penonton untuk menyelami dunia fiksi ilmiah yang dipadukan dengan drama keluarga. Dalam karya ini, penonton akan diajak berpetualang bersama manusia dan robot di masa depan yang penuh tantangan.
Dengan narasi yang menyentuh dan visual yang memukau, film ini mengangkat tema persahabatan, ketahanan, dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah. Sutradara Upie Guava menekankan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan efek visual yang futuristik, tetapi juga menonjolkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam.
"Seorang anak manusia, si Pelangi ini dengan para robot yang awalnya saling berantem, saling gak akur karena perbedaan. Lantas karena keluguannya Pelangi jadi sebuah harmoni yang indah," kata Upie Guava, Jumat (13/10/2023) di Jakarta.
Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, dan Myesha Lin Adeeva, "Pelangi di Mars" membawa penonton ke tahun 2090, di mana persediaan air di Bumi sudah sangat terbatas. Kisah ini berfokus pada Pelangi (Messi Gusti), seorang gadis berusia 12 tahun yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Mars, hidup sendirian setelah ditinggal ibunya, Pratiwi (Lutesha).
Kesendirian Pelangi segera berubah menjadi petualangan luar biasa saat ia bertemu dengan sekelompok "robot rusak" yang telah lama ditinggalkan. Bersama mereka, Pelangi berusaha menemukan harapan terakhir umat manusia, sebuah mineral ajaib bernama Zeolith Omega yang diyakini dapat memurnikan air di Bumi.
Karakter Pelangi melambangkan harapan baru, keberanian, dan kekuatan kolaborasi antara manusia dan mesin. Film ini juga memperkenalkan karakter-karakter robot unik yang akan menemani Pelangi dalam perjalanannya.
Rio Dewanto, salah satu aktor dalam film ini, menjelaskan bahwa "Pelangi di Mars" menggunakan teknologi Extended Reality (XR) selama proses syuting. "Dengan menggunakan XR ini sangat membantu ketika kita sedang ada disini. Dibandingkan semua green screen bingung ada dimana. Ya menyenangkan experience-nya," ungkap Rio Dewanto.
Berkerja sama dengan Guava Film, DossGuava Studio, dan PFN, film "Pelangi di Mars" menawarkan pendekatan visual yang inovatif dan cerita yang menyentuh berbagai generasi. Karya sinematik ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi, dan siap hadir di bioskop.*