PORTAL BANTEN - Setelah sekian lama dinanti, band Fourtwnty akhirnya resmi kembali ke dunia musik tanpa kehadiran Ari Lesmana. Kembalinya mereka ke panggung menimbulkan rasa penasaran di kalangan penggemar, terutama mengenai siapa yang akan mengisi posisi vokalis yang ditinggalkan Ari.

"Kami sudah sangat merindukan panggung!" ungkap Ari Lesmana dalam sebuah wawancara. "Fourtwnty akan segera menghentikan masa hiatusnya dan kembali dengan semangat baru."

Di sisi lain, lagu terbaru mereka berjudul "Mangu" berhasil meraih popularitas dan menduduki puncak tangga lagu Spotify Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan, Fourtwnty tetap mampu menarik perhatian pendengar.

Siapa Vokalis Fourtwnty?

Setelah vakum sejak lama, Fourtwnty akhirnya kembali memberi kejutan untuk para penggemarnya. Namun bukan dengan nama lama, melainkan lewat proyek musik baru bernama '1Tengah'. Proyek ini menjadi babak baru perjalanan musikal para personel Fourtwnty, dengan wajah berbeda namun tetap membawa semangat khas yang selama ini dikenal oleh pendengar setianya.

Berbeda dari formasi sebelumnya, hadir tanpa Ari Lesmana, sosok vokalis karismatik yang selama ini menjadi suara dan wajah Fourtwnty. Ari memilih untuk beristirahat dari dunia musik, memberikan ruang bagi dirinya untuk mengeksplorasi hal-hal di luar industri yang telah membesarkan namanya.

Posisi vokalis kini diisi oleh Primanda Ridho, yang sebelumnya dikenal sebagai Prim, pemain bass dan backing vocal Fourtwnty. Kemampuan vokal Prim yang selama ini tidak terlalu terekspos justru menjadi warna baru yang tak disangka mampu membawa napas segar bagi arah musik mereka. Bersama Nuwi, Ryan, Bubu, serta dibantu oleh dua additional player: Jerash dan Andri Begenk, terbentuk bukan untuk menggantikan, tapi memperpanjang napas kreatif yang sempat tertunda.

Musik mereka, meskipun kini dinyanyikan oleh vokalis baru, masih memuat sentuhan nuansa akustik, lirik yang puitis, dan atmosfer yang kontemplatif, ciri khas Fourtwnty yang selama ini lekat dengan pendengar mereka. Namun jangan berharap salinan dari karya lama. '1Tengah' juga menunjukkan keberanian bereksperimen dengan tekstur musik yang lebih beragam, pengaruh elektronik yang lebih terasa, serta pendekatan aransemen yang lebih modern dan bebas.

Bagi penggemar setia Fourtwnty, kehadiran '1Tengah' mungkin terasa ganjil di awal.