PORTALBANTEN – Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,1 Magnitudo yang mengguncang Kota Bogor dan sekitarnya pada Kamis malam (10/4/2025) dikonfirmasi berasal dari aktivitas sesar aktif di wilayah darat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang menyatakan bahwa gempa tergolong dangkal dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 22:16:13 WIB dengan episenter terletak pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT, atau tepatnya berlokasi di darat, berjarak 2 km Tenggara Kota Bogor, pada kedalaman 5 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelas Hartanto, ST, MM, Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang.

BMKG mencatat bahwa guncangan dirasakan di Kota dan Kabupaten Bogor serta wilayah Depok dengan skala intensitas III MMI, yaitu getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas. 

Meskipun tidak menimbulkan kerusakan, getaran gempa cukup membuat warga panik. Momo (30), warga Dramaga, misalnya, mengaku terbangun dari tidurnya karena getaran tersebut.

“Kaget juga, saya lagi tidur di lantai, jadi langsung terasa getarannya. Warga juga ikut berhamburan keluar rumah,” ujarnya.

Sementara Asep, warga Citeureup, dan Roby dari Kemang, juga menyampaikan bahwa getaran terasa sekitar satu menit dan cukup kuat hingga membuat barang-barang di rumah ikut bergetar.

BMKG menegaskan bahwa hingga pukul 22.28 WIB belum ada aktivitas gempa susulan yang tercatat. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal resmi seperti situs web, media sosial @infoBMKG, dan aplikasi mobile InfoBMKG,” tegas Hartanto.