PORTAL BANTEN — Peresmian RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan oleh Gubernur Banten Andra Soni, Rabu (28/5/2025), bukan hanya menandai pembukaan fasilitas kesehatan baru. Lebih dari itu, rumah sakit ini mencerminkan penghargaan terhadap warisan tokoh lokal serta arah baru pembangunan layanan publik yang berpihak kepada masyarakat pesisir selatan Provinsi Banten.

Penamaan rumah sakit dengan nama H. Muhammad Irsyad Djuwaeli, pejuang pembentukan Provinsi Banten, disebut Gubernur Andra Soni sebagai bentuk pengakuan atas jasa dan komitmen tokoh lokal yang memperjuangkan pemekaran wilayah demi kesejahteraan rakyat. Rumah sakit ini, menurut Andra, akan menjadi titik sentral layanan kesehatan strategis di kawasan selatan Banten yang selama ini relatif kurang terjangkau fasilitas serupa.

"Ini adalah rumah sakit rakyat, dibangun dari perjuangan banyak pihak, mulai dari kepala daerah terdahulu, tokoh masyarakat, hingga inisiatif Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy periode sebelumnya. Kami melanjutkan semangat mereka," ujar Andra Soni dalam sambutannya.

RSUD yang berdiri di atas lahan 6.545 meter persegi dengan bangunan seluas 8.581 meter persegi ini kini telah beroperasi sebagai BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) dan melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Fasilitasnya tergolong lengkap untuk ukuran rumah sakit regional, mulai dari IGD modern, CT Scan, USG 4G, ruang operasi canggih, hingga layanan PICU dan NICU.

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyampaikan bahwa rumah sakit ini sudah terakreditasi nasional dan dirancang untuk memenuhi standar mutu tinggi. Saat ini rumah sakit didukung oleh 391 tenaga profesional dari berbagai bidang medis dan non-medis.

"Kami sudah siapkan sistem layanan yang tidak kalah dengan rumah sakit provinsi lainnya. Kami juga menunggu tambahan anggaran perubahan untuk lahan parkir dan layanan hemodialisis," jelas Ati.

Dalam suasana penuh penghargaan, peresmian ini juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Gubernur Banten 2017–2022 Wahidin Halim, Bupati Pandeglang Rd. Dewi Setiani, Bupati Serang Rt. Rachmatu Zakiyah, dan Ketua Umum Mathla’ul Anwar KH. Embay Mulya Syarif. Lebih dari seribu warga hadir, mengikuti layanan cek kesehatan gratis yang disiapkan dalam rangkaian acara.

Lebih dari sekadar bangunan medis, RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan membawa semangat kolaborasi antar-generasi. Rumah sakit ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak berdiri sendiri, tetapi berakar dari jejak perjuangan dan disempurnakan oleh keberlanjutan gagasan.

Dengan dibukanya rumah sakit ini, masyarakat Labuan dan kawasan selatan Banten memiliki akses lebih dekat terhadap pelayanan kesehatan yang memadai, tanpa harus pergi ke pusat kota. Ke depan, RSUD ini diharapkan tak hanya menjadi fasilitas medis, tapi juga pusat pertumbuhan sosial baru di wilayah selatan.*