PORTALBANTEN  – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya memandang buruh bukan sekadar sebagai pelaksana produksi, melainkan sebagai mitra sejajar dalam membangun ekonomi daerah. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional 2025 di Kabupaten Tangerang, Kamis (1/5/2025).

“Empat puluh persen PDRB bersumber dari sektor manufaktur, dan yang menggerakkannya adalah para buruh. Mereka bukan hanya roda penggerak, tapi juga bagian penting dari arah pembangunan,” ujar Andra.

Lebih dari sekadar perayaan, Hari Buruh kali ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan para pekerja dan pelaku industri. Andra menyebut, sejak awal masa kepemimpinannya, ia secara aktif membangun pola hubungan tripartit yang sehat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Tujuannya satu: memastikan kesejahteraan buruh meningkat, dan kebijakan pemerintah bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka,” katanya.

Dalam beberapa minggu terakhir, Andra bahkan turun langsung mengunjungi kawasan-kawasan industri di Banten. Langkah ini bukan hanya untuk menyerap aspirasi, tetapi juga membangun rasa saling percaya antara pemangku kepentingan.

Puncak peringatan Hari Buruh 2025 turut dihadiri oleh Kapolda Banten Irjen Pol. Suyudi Ario Seto, Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Zulhadrie S. Mara, Han, dan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Kapolda Banten dalam sambutannya menekankan bahwa buruh telah menjadi mitra strategis dalam menjaga iklim keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Kita bisa lihat sendiri, situasi di Banten sangat kondusif, dan itu berkat kerja sama yang baik antara buruh, pemerintah, dan aparat,” ujarnya.

Ketua Panitia Hari Buruh Kabupaten Tangerang, Hadi Murdianto, juga menyoroti pentingnya keberlanjutan hubungan tripartit yang adil dan setara. Menurutnya, keharmonisan itu menjadi energi positif bagi buruh untuk terus bekerja dan berkontribusi secara produktif.

Selain panggung sambutan, peringatan Hari Buruh tahun ini juga diisi dengan kegiatan kebersamaan seperti mancing bareng, hiburan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah. Acara ditutup dengan simbolisasi penebaran bibit ikan oleh Gubernur dan unsur Forkopimda, sebagai lambang keberlanjutan dan harapan.*