PORTALBANTEN -- Dalam upaya membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan, Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan pentingnya penguatan koperasi sebagai fondasi utama ekonomi rakyat. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), konsep Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) diperkenalkan sebagai motor penggerak ekonomi dari desa menuju kesejahteraan Banten.

“Koperasi Merah Putih harus berjalan maksimal. Kita punya 1.552 koperasi di seluruh Banten, dan semuanya harus berperan nyata bagi masyarakat,” tegas Gubernur Andra Soni.

Inisiatif ini bukan hanya sekadar simbol komitmen terhadap ekonomi kerakyatan, tetapi juga merupakan strategi cerdas untuk memanfaatkan potensi lokal yang melimpah. Dengan populasi hampir 13 juta jiwa, Banten memiliki sumber daya yang luar biasa di sektor pertanian, perikanan, hortikultura, dan logistik.

Peringkat ke-8 nasional dalam produksi padi dan kekayaan laut yang melimpah memberikan peluang besar bagi koperasi untuk terlibat dalam rantai pasok daerah, khususnya dalam distribusi bahan pokok dan produk lokal. Melalui koperasi, ekonomi lokal tidak hanya akan tumbuh, tetapi juga terdistribusi secara adil hingga ke pelosok desa.

Gagasan ini sejalan dengan visi besar Banten: "Banten Maju, Adil, dan Merata Tidak Korupsi."

Gubernur Andra Soni menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh terpusat di kota. Justru, kekuatan sejati ekonomi terletak di akar rumput—di desa-desa, di tangan rakyat.

Karena koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi—koperasi adalah gerakan kebersamaan. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk kesejahteraan bersama.

"Dari Desa untuk Banten. Dari Koperasi, Kita Bangun Sejahtera. Bersama, Bukan Sendiri," tutupnya.