PORTALBANTEN - Pemerintah Provinsi Banten menargetkan pembangunan gedung untuk empat sekolah filial yang masih menumpang di sekolah lain, dengan target penyelesaian pada tahun 2025. Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa upaya ini menjadi prioritas untuk meningkatkan akses pendidikan bagi siswa di daerah yang belum memiliki fasilitas sekolah sendiri.
Saat meninjau SMKN 17 Pandeglang pada Senin (24/3/2025), Andra Soni mengungkapkan bahwa empat sekolah yang menjadi kewenangan Provinsi Banten, yakni SMKN 15 dan 17 Pandeglang serta SMKN 1 dan 2 Cihara di Kabupaten Lebak, masih belum memiliki bangunan sendiri.
"Saya mendapat masukan dari mahasiswa dan masyarakat bahwa masih ada sekolah yang belum memiliki gedung. Kami akan memastikan pembangunannya bisa terealisasi," ujar Andra Soni.
SMKN 17 Pandeglang saat ini masih menggunakan fasilitas SMPN 3 Cigeulis sebagai tempat belajar sementara. Sebelumnya, pembangunan gedung sekolah ini telah dianggarkan pada 2021, tetapi terhambat karena permasalahan administrasi lahan. Kini, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sekolah tersebut, dengan target studi kelayakan selesai pada April 2025 agar proses pembangunan bisa segera dimulai.
"Kami akan memastikan lokasi sekolah yang dibangun mudah diakses masyarakat. Selain itu, pengembangan jurusan vokasi seperti pariwisata juga akan didorong agar sesuai dengan potensi daerah," tambahnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Lukman, menyatakan bahwa pada tahun ini pihaknya akan membangun tujuh Unit Sekolah Baru (USB), di mana empat di antaranya merupakan sekolah filial.
"SMKN 17 Pandeglang saat ini memiliki 56 siswa dengan satu jurusan. Ke depan, akan dikembangkan sesuai kebutuhan dan potensi daerah," kata Lukman.
Pemprov Banten berharap pembangunan sekolah filial ini berjalan lancar tanpa kendala administratif agar fasilitas pendidikan yang layak segera bisa dinikmati para siswa.*