PORTALBANTEN -- Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan betapa krusialnya kolaborasi semua elemen dalam menanggulangi perundungan di sekolah. Dalam pernyataannya, ia mengajak guru, siswa, dan orang tua untuk bersatu dalam upaya ini.
“Program sudah ada. Yang diperlukan sekarang adalah komitmen bersama agar tidak terjadi lagi di lingkungan sekolah,” ujar Gubernur Andra, Jum'at (14/11).
Pemerintah Provinsi Banten telah menugaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk memperkuat pembinaan bagi seluruh kepala sekolah. Fokus utama adalah memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang berfungsi sebagai garda terdepan dalam edukasi, deteksi dini, dan pendampingan bagi peserta didik.
Beberapa sekolah di Banten telah mulai memasang CCTV di lokasi strategis untuk meningkatkan pengawasan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya perundungan.
“Gerakan stop bullying harus kita maksimalkan. Menghapusnya tidak bisa instan. Tapi dengan sinergi semua pihak, kita bisa menekan kasusnya,” kata Gubernur Andra.
Manfaat dari inisiatif ini sangat jelas. Lingkungan belajar yang aman akan memungkinkan anak-anak untuk belajar tanpa rasa takut, sehingga sekolah dapat kembali menjalankan fungsi utamanya.
“Tujuan sekolah adalah mendidik dan mencerdaskan. Anak-anak harus mendapatkan hak mereka,” tegasnya.
Warga Banten diimbau untuk mendukung gerakan sekolah aman dan melaporkan jika melihat tanda-tanda perundungan.*