BOGOR – Puluhan kali gempa vulkanik dalam (A-type) yang tercatat di Gunung Gede sejak 1 April 2025 memunculkan kekhawatiran bagi pelaku wisata di kawasan Puncak dan Cipanas. Meski status gunung masih berada di Level 1 (Normal), lonjakan aktivitas geologi ini membuat pertanyaan besar muncul: apakah sektor pariwisata di kawasan ini aman?  

Gunung Gede selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata utama di perbatasan Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Setiap akhir pekan, ribuan wisatawan memadati vila, hotel, serta tempat wisata alam di sekitarnya. Namun, dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, muncul kekhawatiran bahwa wisatawan bisa mulai ragu untuk berkunjung.  

“Sudah mulai ada tamu yang bertanya soal keamanan di Puncak. Kalau kondisi ini terus berlanjut, bisa berdampak pada bisnis kami,” kata Nanda (34), pengelola vila di kawasan Cisarua, Jumat (4/4/2025).  

Hal serupa juga diungkapkan oleh Siti (42), pemilik warung makan di kawasan wisata Cipanas. “Kami belum melihat ada dampak langsung, tapi kalau isu ini terus berkembang dan tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah, wisatawan bisa takut datang,” ujarnya.  

Desakan untuk Antisipasi Mitigasi yang Lebih Serius

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Ketua Divisi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pamong Budaya Bogor, Sabilillah, meminta Pemkab Bogor untuk segera mengambil langkah konkret, terutama dalam mitigasi bencana bagi warga dan pelaku usaha di sekitar gunung.  

“Pariwisata ini pilar ekonomi bagi banyak warga. Kalau ada ancaman bencana, harus ada simulasi dan rencana mitigasi yang jelas. Jangan sampai nanti ketika dampaknya sudah terasa, baru ada reaksi,” tegasnya.  

Ia menyoroti pentingnya jalur evakuasi yang jelas serta edukasi kepada warga dan pelaku usaha agar mereka memahami langkah yang harus diambil jika terjadi peningkatan status gunung.  

Laporan dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat satu kali gempa tornillo dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 19 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 49 milimeter. Selain itu, kawasan sekitar gunung juga mengalami hujan ringan dan kondisi berkabut.