PORTALBANTEN - Kasus video viral seorang pria lanjut usia bernama Mbah Mono yang menantang Habib Rizieq Shihab akhirnya berujung pada permintaan maaf. Didampingi oleh Kepala Desa dan aparat setempat di Karanganyar, Jawa Tengah, Mbah Mono menyampaikan penyesalannya secara terbuka atas pernyataannya yang sempat mengundang kegaduhan di media sosial.

Sebelumnya, Mbah Mono, yang mengaku sebagai "Kakek Tua anggota PWI LS Karanganyar," menyampaikan pernyataan kontroversial melalui sebuah video. Dalam video itu, ia sesumbar sanggup memecahkan kepala Rizieq Shihab dengan tangan kosong dan menyindir para pengikutnya. Ujarannya itu dengan cepat menyebar luas, memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk kelompok-kelompok ormas.

Dikabarkan, ketegangan sempat meningkat setelah video tersebut viral. Pihak Polsek Karanganyar bersama Laskar Solo Raya mendatangi kediaman Mbah Mono pada Sabtu malam (5/4), namun yang bersangkutan sempat tidak berada di tempat dan dikabarkan “menghilang.”

Namun, situasi kemudian mulai mereda setelah Mbah Mono berhasil diamankan dan diajak mediasi di Polsek Karanganyar. Ia kemudian muncul kembali bersama Kepala Desa untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Saya mohon maaf atas pernyataan saya yang tidak pantas dan membuat gaduh. Saya khilaf, dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun,” ujar Mbah Mono diwakili sang Kepala Desa, dalam video klarifikasi yang beredar di akun Instagram @neVerAl0nely, pada Selasa 8 April 2025.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya bijak dalam bermedia sosial. Netizen ramai menyayangkan peristiwa tersebut, menyebutnya sebagai bentuk kegaduhan yang tidak perlu dan menciptakan konflik horizontal antar masyarakat.

"Kalau orang tua saja bisa terpancing emosi dan viral, bagaimana anak muda bisa belajar?" tulis salah satu pengguna media sosial.

Para tokoh masyarakat dan aparat juga menyerukan pentingnya mediasi, dialog, serta penyelesaian damai dalam menghadapi provokasi yang berpotensi memecah belah.

Setelah permintaan maaf disampaikan, situasi di Karanganyar kini diharapkan kembali kondusif. Pihak kepolisian dan pemerintah desa berharap agar semua pihak menahan diri dan tidak memperpanjang polemik yang sudah diredam secara kekeluargaan.