PORTALBANTEN — Pemuda tidak cukup hanya menjadi pelengkap struktur, mereka harus menjadi pusat perubahan. Itulah pesan yang coba dibawa Hadi Azka Nugraha, sosok muda yang resmi mencalonkan diri sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi periode 2025–2028.
Berusia muda, dengan latar belakang pendidikan Hubungan Internasional dari Universitas Al Azhar Indonesia, Hadi hadir bukan hanya membawa semangat, tapi juga narasi baru dalam wajah organisasi kepemudaan di Sukabumi: lebih inklusif, adaptif terhadap zaman, dan berorientasi pada penguatan daya saing pemuda.
“Pemuda hari ini tidak bisa lagi hanya jadi penonton. KNPI harus jadi mesin penggerak bagi regenerasi, inovasi, dan kolaborasi yang nyata,” ujar Hadi usai menyerahkan berkas pencalonan di Kantor DPD KNPI Sukabumi, Selasa (13/5/2025).
Meski dikenal sebagai putra sulung dari politisi nasional Iman Adinugraha, Hadi memilih jalannya sendiri. Ia menolak bayang-bayang politik warisan, dan justru ingin menjadikan KNPI sebagai ruang meritokrasi—tempat di mana kerja nyata lebih penting daripada asal usul.
“Saya membawa nama sendiri, bukan hanya nama ayah saya. Perjalanan ini saya mulai dari bawah, dari keresahan akan stagnasi gerakan pemuda yang kerap terjebak simbolisme,” ungkapnya.
Hadi menyebut bahwa tantangan pemuda hari ini tidak ringan. Bukan hanya soal pengangguran atau kesenjangan pendidikan, tetapi juga krisis kepercayaan terhadap organisasi pemuda yang sering dianggap elitis dan jauh dari realitas.
“KNPI harus kembali ke akar—menjadi jembatan, bukan menara gading. Menjadi forum gagasan, bukan sekadar ajang politik elite muda,” tambahnya.
Visinya sederhana tapi kuat: menjadikan KNPI sebagai ruang terbuka bagi ide, solusi, dan gerakan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital, pemberdayaan wirausaha muda, dan kepemimpinan yang kolaboratif lintas sektor.
Langkah Hadi Azka Nugraha menjadi sinyal bahwa estafet kepemimpinan pemuda di Sukabumi tengah bergerak ke arah yang lebih substansial. Bukan sekadar siapa yang dikenal, tapi siapa yang mampu bekerja dan membangun.*