PORTALBANTEN – Gubernur Banten, Andra Soni, optimis bahwa ekonomi kreatif di Provinsi Banten akan semakin kuat dan berperan sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pernyataan ini disampaikan usai pembukaan Banten Creative Festival (BCF) 2025 yang digelar selama enam hari di Alun-alun Kota Serang, Sabtu (22/3/2025).  

Menurut Andra, dengan 17 subsektor ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus memberikan dukungan penuh agar sektor ini benar-benar tumbuh dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah.  

"Ke depan, ekonomi kreatif harus menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Banten. Ini bukan hanya tentang hiburan atau seni, tetapi industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menciptakan lapangan kerja luas," ujar Andra.  

Ia juga berharap bahwa omset dari kegiatan ini dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan nyata dari ekosistem ekonomi kreatif di Banten.  

Banten Masuk Daerah Prioritas Ekonomi Kreatif Nasional

Deputi I Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyampaikan bahwa dalam RPJMN 2025-2029, Provinsi Banten telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.  

“Saat ini, Banten sudah memiliki modal sosial yang luar biasa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif menjadi kunci keberhasilan,” kata Cecep.  

Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan para pelaku ekonomi kreatif dalam menyelenggarakan BCF 2025. Menurutnya, acara seperti ini harus terus berkelanjutan agar dampaknya semakin besar, baik dari sisi peningkatan keterampilan maupun transaksi ekonomi yang dihasilkan.   

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, ekonomi kreatif di Banten berpeluang besar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Selain meningkatkan daya saing lokal, sektor ini juga berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya Banten di tingkat nasional maupun internasional.