PORTALBANTEN – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMU) Daarul ‘Ulum Majenang kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul melalui penyelenggaraan Haflah Akhirussanah dan pelepasan santri kelas IX MTs dan XII MA, yang digelar dengan penuh khidmat dan semarak di halaman pesantren.

Acara tersebut bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi momen sakral permulaan dakwah dan kontribusi santri di tengah masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Direktur dan Pengasuh Pesantren, Kyai Aly Syahbana, SE, MM, yang menyebut Haflah sebagai titik awal pengabdian para santri untuk umat dan persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua PCM Majenang, KH. Masykur Ikhsan, S.Ag, M.Pd, turut memberikan pesan kuat kepada para lulusan agar tampil sebagai agen perubahan. “Dunia menanti kontribusi santri yang tercerahkan dan penuh dedikasi,” ujarnya penuh semangat.

Perwakilan wali santri, Bapak Ardani, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian para santri, serta mengajak masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada PontrenMU Daarul ‘Ulum Majenang, yang telah terbukti membentuk generasi berakhlak, mandiri, dan cakap secara akademik.

Wakil Direktur Bidang Tarbiyah, Ustadz Haryono, S.Pd.I., M.Pd., melaporkan bahwa tahun ini PontrenMU meluluskan 90 santri (61 dari MTs dan 29 dari MA). Di antara lulusan MA, sembilan santri berhasil lolos ke perguruan tinggi ternama seperti UIN Saizu Purwokerto, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, dan Politeknik Negeri Cilacap.

Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Faiz Ubaydillah dan Iqbal Nur Fauzan yang lolos seleksi di dua perguruan tinggi sekaligus. Santriwati Qurrota A’yun, peraih hafalan terbanyak tingkat MA putri, diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Direktur Kemahadan, Kyai Jasmadi, S.Pd.I., M.Pd., atas prestasi akademik dan non-akademik santri, seperti Nurul Hasanah (MTs), Qonita Fadilah (MA), dan duo hafidz/ah MTs: Ataya Nisrina serta Muhammad Furqon Musyafa.

Momen haru tak terbendung saat para santri membacakan Janji Alumni dan menyanyikan lagu-lagu nasional serta lagu Muhammadiyah. Kepala MTs, Ustadz Drs. Bambang Yuntono, menyebutnya sebagai momentum memperkuat identitas dan semangat kebangsaan santri.

Puncak acara diwarnai dengan atraksi seni dan budaya, mulai dari silat Tapak Suci, hadroh, tarian Arabian, pidato enam bahasa (Indonesia, Jawa, Sunda, Arab, Inggris, Jepang) hingga sambung ayat Al-Qur’an, yang menggambarkan sinergi antara karakter, kreativitas, dan keilmuan.