PORTALBANTEN – Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 kembali diperingati dengan semarak. Namun di tengah euforia perayaan, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bogor Raya, Brodin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai titik refleksi serius atas berbagai tantangan yang masih membayangi wilayah Bogor.

“Kita bangga jadi bagian dari Bogor yang bersejarah dan kaya potensi. Tapi jangan sampai kebanggaan ini membuat kita lupa bahwa masih banyak pekerjaan rumah besar, terutama soal pengangguran dan kemiskinan,” tegas Brodin, yang juga merupakan jurnalis dari Pikiran Rakyat Grup.

Dalam keterangannya, Brodin menyebut bahwa saat ini terdapat lebih dari 210 ribu pengangguran di Kabupaten Bogor, angka yang menurutnya tidak bisa lagi hanya menjadi statistik tahunan tanpa solusi konkret.

Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan isu ini sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan. Terutama, pembangunan ekonomi yang menyasar generasi muda dan sektor informal, yang seringkali terabaikan dalam perencanaan kebijakan.

Selain pengangguran, Brodin juga menyoroti bahwa kemiskinan masih menjadi realita pahit di banyak wilayah, meskipun sejumlah program bantuan sosial telah dijalankan. Menurutnya, efektivitas dan kesinambungan program-program tersebut masih perlu dievaluasi dan diperkuat, agar tidak bersifat tambal sulam.

“Slogan ‘Bogor Istimewa Menuju Gemilang’ semoga tidak berhenti pada baliho dan seremonial saja. Ia harus menjadi gerakan nyata yang berpihak pada rakyat, terutama mereka yang selama ini tertinggal,” ujarnya.

Sebagai pimpinan organisasi jurnalis daring, IWO Bogor Raya, Brodin menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis lokal serta memberi ruang bagi suara masyarakat kecil. Ia berharap, momentum HJB ke-543 ini bisa menghidupkan kembali semangat transparansi, keadilan sosial, dan partisipasi publik dalam pembangunan.

“Bogor bisa jadi benar-benar gemilang, asal semua pihak mau bekerja bersama, dengan keberpihakan yang jelas kepada masyarakat bawah,” tutup Brodin.

“Selamat Hari Jadi Bogor ke-543. Mari jaga semangat cinta daerah, sembari terus dorong perubahan nyata yang menyentuh rakyat. Kita tidak kekurangan potensi—yang kita butuhkan adalah keberanian untuk berubah,” pungkasnya.*