BOGOR – Mengawali hari pertamanya sebagai Bupati Bogor, Rudy Susmanto langsung bergerak cepat menangani bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Ia menggelar rapat strategis bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, guna merumuskan langkah konkret dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak.

Rudy menegaskan bahwa penanganan bencana menjadi prioritas utama di awal masa kepemimpinannya. Berbagai langkah darurat telah dilakukan, termasuk normalisasi saluran air di Desa Cijayanti, Babakan Madang, serta perbaikan jembatan yang putus di perbatasan Citeureup dan Sukamakmur.

"Meski ini hari pertama saya menjabat sebagai Bupati, saya pastikan bahwa Pemkab Bogor bergerak cepat menangani dampak bencana. Kami berkomitmen untuk segera memulihkan infrastruktur dan memastikan bantuan sampai ke warga terdampak," ujar Rudy.

Ia juga mengapresiasi BNPB yang memberikan respons cepat dengan turun langsung ke Kabupaten Bogor kurang dari 24 jam setelah bencana terjadi.

"Atas nama masyarakat Bogor, saya ucapkan terima kasih kepada BNPB yang selalu sigap dan tanggap terhadap situasi darurat seperti ini," tambahnya.

Tantangan Besar: Infrastruktur dan Mobilitas Warga

Bencana yang terjadi telah berdampak luas pada infrastruktur dan mobilitas warga. Jalur Puncak sempat tertutup longsor, namun berkat kerja sama antara Pemkab Bogor, BPBD, dan aparat TNI-Polri, akses jalan dapat dibuka kembali pada pukul 02.00 WIB pagi tadi.

Namun, masalah besar lainnya masih mengintai: enam jembatan di berbagai titik mengalami kerusakan parah dan butuh perbaikan segera. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, perbaikan jembatan menjadi krusial untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan di kawasan Puncak dan sekitarnya.

"Kami butuh solusi cepat, karena masyarakat sangat bergantung pada infrastruktur ini. Kami meminta BNPB untuk segera menyalurkan bantuan, termasuk pemasangan jembatan Bailey sebagai solusi darurat," tegas Rudy.