PORTALBANTEN – Kondisi memprihatinkan dialami Abah Jaya bersama istrinya, Suarsih, warga Kampung Saga RT 004/003, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Rumah yang mereka tempati tampak berantakan, rapuh, dan terancam roboh dimakan usia. Pasangan lansia ini berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
Abah Jaya sehari-hari bekerja sebagai tukang urut panggilan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara sang istri, Suarsih, membantu memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja sebagai kuli cuci di rumah-rumah tetangga. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tak mampu memperbaiki rumah yang kini kondisinya jauh dari kata layak huni.
Saat ditemui awak media, Abah Jaya menuturkan kehidupannya yang sederhana dan penuh keterbatasan.
“Abah paling mijit orang, tidak ditarget, dikasih syukur, nggak dikasih juga nggak apa-apa. Abah asli orang sini, kepemilikan tanah yang abah tempati suratnya girik. Giriknya jadi satu, lurah juga sudah tahu. Tanah ini depannya kuburan,” ujar Abah Jaya, Rabu (04/01/2026).
Ia mengaku hingga saat ini belum pernah mendapatkan kunjungan ataupun perhatian dari pihak pemerintah untuk melihat langsung kondisi tempat tinggalnya. Keinginan Abah Jaya sederhana, hanya ingin hidup dengan tenang di rumah yang aman untuk ditempati.
“Dari pemerintah nggak ada yang datang lihat keadaan abah. Pengen abah rumah jangan acak-acakan begini, pengen tentram. Dengan gubuk begini abah khawatir, apalagi ada tembok bilyard, takut rubuh lagi. Pengen rumah dibenerin, kalau tidur di rumah ngeri, takut roboh,” ucapnya lirih.
Kisah Abah Jaya dan Suarsih menjadi potret nyata masih adanya warga kurang mampu yang luput dari perhatian. Harapan besar disematkan kepada pemerintah daerah serta para dermawan agar dapat memberikan bantuan nyata, demi kehidupan yang lebih layak dan aman bagi pasangan lansia tersebut.
(Red/Agi)