PORTALBANTEN - Perjalanan hidup Ika Opianti, seorang perempuan tangguh dari Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, menjadi kisah inspiratif tentang semangat pantang menyerah dalam merintis usaha dari nol.
Wanita kelahiran Kuala Tungkal, Jambi, yang akrab disapa Cantika ini, kini dikenal sebagai pemilik sejumlah bisnis di berbagai bidang. Ia telah membuka toko sembako, toko daring (olshop), rumah kontrakan, tempat kebugaran, hingga toko serba murah yang tersebar di Dabo Singkep dan Tanjungpinang.
Namun, kesuksesan itu tidak diraihnya dengan mudah. Sebelum memiliki berbagai usaha, Cantika pernah merasakan kerasnya hidup, termasuk menjadi sopir pikap pengangkut batu di desa terpencil bernama Langkap. Jalanan ekstrem dan berlumpur tak menyurutkan tekadnya untuk mengumpulkan modal.
“Selama tiga bulan aku jadi sopir angkut batu, masuk ke hutan, jalan bekas tambang bauksit. Tapi dari situ aku kumpulin uang untuk diputar lagi jadi modal usaha,” kenangnya.
Selain itu, ia pernah mencoba peruntungan dengan berdagang jengkol di Batam. Meski mengalami kerugian karena harga tak sesuai harapan, ia tetap berjualan di tepi jalan demi menghabiskan stok, tanpa malu membentangkan terpal biru di Pasar Jodoh.
Cantika memang berasal dari keluarga pedagang. Ia mengakui tidak tertarik melanjutkan kuliah, dan sejak awal sudah bercita-cita untuk terjun ke dunia usaha. Setelah menikah, dorongan hidup mendorongnya semakin serius membangun bisnis.
"Aku pernah jatuh berkali-kali, tapi setiap kali jatuh, aku harus bangkit lebih kuat dari sebelumnya," ujarnya tegas.
Berbekal pengalaman dan pemahaman kebutuhan masyarakat, Cantika membuka toko online fisik dengan harga bersaing, mirip harga di marketplace, tanpa tambahan ongkos kirim tinggi ke daerah terpencil seperti Dabo.
Ia menamai tokonya "Cantika", singkatan dari “Cantik dan Kaya”, sebagai bentuk afirmasi positif dalam hidupnya. Menurutnya, kata-kata adalah doa yang bisa mengantarkan pada kenyataan terbaik.