PORTALBANTEN -- Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa menjaga stabilitas daerah adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan investasi. Hingga triwulan III tahun 2025, Banten telah mencatatkan realisasi investasi mencapai Rp91 triliun, yang merupakan 75 persen dari target Rp119 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Tim Terpadu Nasional Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang pada 5 November 2025.

“Stabilitas keamanan dan kepastian hukum adalah syarat utama tumbuhnya iklim investasi yang kondusif,” ujar Andra Soni, Rabu (5/11/2025).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai sektor, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, dan masyarakat. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan dan politik berjalan dengan baik, serta mendukung stabilitas nasional.

Banten memiliki daya tarik yang kuat bagi para investor, berkat letaknya yang strategis di jalur penghubung Jawa–Sumatera, potensi sumber daya alam yang melimpah, serta infrastruktur yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan berbagai capaian program prioritas Pemprov Banten, antara lain: Sekolah Gratis bagi lebih dari 65 ribu siswa di 814 SMA/SMK/SLB, Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) di 60 titik desa, RSUD baru di Lebak dan Pandeglang untuk perluasan layanan kesehatan, serta bantuan keuangan Rp100 juta untuk 1.238 desa.

Selain itu, Pemprov Banten juga mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih.

Banten terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan melalui kolaborasi. Mari kita jaga bersama ketertiban dan menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kita.*