PORTALBANTEN – Gelombang pelestarian budaya Sunda terus bergulir di tengah derasnya arus modernisasi. Komunitas Kharisma Bogor Berbudaya kembali menegaskan komitmennya dalam merawat seni tradisi melalui gelaran “Kharisma Pesona Budaya”, sebuah ajang pasanggiri jaipongan yang sukses memukau publik.
Bertempat di Lantai 3 Jambu Dua Mall, Sabtu (17/1/2026), ratusan pasang mata terpikat oleh keluwesan dan energi para penari muda yang tampil penuh percaya diri. Denting kendang dan gemulai jaipong seolah menghidupkan kembali ruh budaya Sunda di tengah ruang publik modern.
Kolaborasi antara Kharisma Bogor Berbudaya dan Jambu Dua Mall ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan pernyataan kuat bahwa seni tradisional memiliki tempat terhormat, bahkan di pusat perbelanjaan masa kini.
Antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan. Tak hanya berasal dari Bogor, para penari muda datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Bandung, Banten, Sukabumi, Karawang, hingga Tasikmalaya. Sebanyak 61 peserta ambil bagian dan berkompetisi dalam tiga kategori, yakni Kategori A (SD kelas 1–3) sebanyak 12 peserta, Kategori B (SD kelas 4–6) sebanyak 26 peserta, dan Kategori C (SMP–SMA) sebanyak 23 peserta.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan juri-juri profesional, di antaranya Kang Asep dari Sukabumi, Kang Heri Cahyadi, serta bintang tamu spesial Deri Al-Badri.
Kehadiran Deri Al-Badri, alumnus ISBI Bandung sekaligus content creator seni yang populer di TikTok dan Instagram (@deryardii), menjadi warna tersendiri dalam perhelatan kali ini. Sosoknya yang dekat dengan generasi milenial dan Gen Z mampu membangkitkan semangat para peserta.
“Saya sangat bangga melihat adik-adik kita begitu bersemangat membawakan tarian jaipong. Jangan pernah malu menunjukkan identitas budaya kita. Terus berkarya dan manfaatkan media sosial untuk mengenalkan seni Sunda ke kancah dunia,” ujar Deri di sela-sela penjurian.
Owner EO Kharisma Bogor Berbudaya, Irma Siti Nurafiani, mengungkapkan rasa syukur atas konsistensi acara ini yang terus digelar setiap tahun.
“Kharisma Bogor Berbudaya akan terus menjadi wadah regenerasi seniman Sunda. Kami ingin memastikan seni tradisi tetap hidup, relevan, dan dicintai oleh generasi muda,” tegasnya.