PORTALBANTEN — Semangat juang dan mental juara ditunjukkan tim sepak bola Kabomania Muda KU 2016 yang sukses meraih Juara 2 dalam ajang Turnamen Sepak Bola Usia Dini Posilet Cup 2025 tingkat Jawa Barat. Turnamen yang digelar di Lapangan PIP, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu-Minggu (24–25 Mei 2025), menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543.
Turnamen ini dibuka secara resmi oleh Ketua Penyelenggara Septian, dengan dukungan dari Ketua Askab Bogor, KOK Kecamatan Gunung Putri, jajaran Koramil, Polsek Gunung Putri, serta sponsor utama, Posilet.
Kabomania Muda menunjukkan performa solid sejak babak penyisihan, bahkan sempat tertinggal skor di babak 16 besar dan 8 besar. Namun, mentalitas baja para pemain muda berhasil membawa mereka ke babak final. Di partai puncak, mereka harus mengakui keunggulan Tunas Muda Gunung Putri dengan skor 1-3.
“Permainan anak-anak sangat konsisten, mulai dari fase grup sampai final. Bahkan saat sempat tertinggal, mereka tetap bangkit dan bermain penuh semangat,” ujar Manajer Kabomania Muda KU 2016.
Tak hanya keluar sebagai runner-up, Kabomania Muda juga menyabet gelar Best Goalkeeper melalui penampilan gemilang dari Rabbani, kiper muda yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Asisten Pelatih Kabomania Muda, Fakhri Rizky, menyebutkan bahwa keberhasilan tim tak lepas dari persiapan panjang yang telah dilakukan jauh sebelum turnamen dimulai.
“Kami bangga. Anak-anak tampil maksimal. Turnamen seperti ini sangat penting untuk pembinaan dan pengembangan bakat. Semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan,” kata Fakhri.
Turnamen Posilet Cup 2025 menjadi wadah strategis bagi sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Bogor dan sekitarnya dalam menyalurkan potensi sekaligus membentuk karakter anak-anak sejak dini. Dengan atmosfer kompetisi yang sehat, turnamen ini diharapkan melahirkan generasi baru pesepak bola nasional.
“Kami akan terus menjaga disiplin dan semangat juang anak-anak. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang menuju level yang lebih tinggi,” tutup sang manajer.*