PORTALBANTEN -- Kader Posyandu di Desa Sukaraja menjadi ujung tombak dalam mewujudkan program Sukaraja Bangkit. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Desa Sukaraja, Asep Aos, dalam pelatihan peningkatan kapasitas kader yang berlangsung di Aula Desa Sukaraja pada Kamis (28/8/2025).
Asep Aos menekankan bahwa peran kader Posyandu sangat vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan edukasi pola hidup sehat.
"Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan adanya peningkatan kapasitas kader, diharapkan mereka semakin mampu mendampingi warga, khususnya dalam mencegah stunting di Desa Sukaraja,” kata Asep Aos.
Siti Zaenab Maryati, salah satu kader Posyandu, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelatihan ini. Ia merasa materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan ini dipandu oleh Bidan Desa Nani Susanto, bersama Bidan Puskesmas Sukaraja, Lisda dan Indah Sawitri, yang merupakan ahli gizi. Mereka memberikan pemaparan mengenai pentingnya gizi seimbang, inovasi makanan sehat, serta peran keluarga dalam mencegah stunting.
“Intervensi gizi harus dilakukan sejak dini. Kader Posyandu punya peran penting untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya makanan bergizi dan pola asuh sehat,” jelas Lisda.
Abdullah, Kasi Pemerintahan Desa Sukaraja, menambahkan bahwa kader Posyandu juga memiliki tanggung jawab dalam pemberdayaan masyarakat yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada kesehatan ibu dan anak.
"Kader Posyandu bukan hanya bertugas di bidang kesehatan desa saja, tetapi membantu kepala desa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta meningkatkan pelayanan masyarakat secara lebih luas,” ungkap Abdullah.*