PORTALBANTEN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memulai pembangunan infrastruktur vital untuk penguatan sistem penanggulangan bencana dengan ditandainya pemancangan tiang pertama gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Tanjung Selor, Jumat (25/4/2025).

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem kendali dan koordinasi kebencanaan secara menyeluruh di wilayah Kaltara.

Menurutnya, Pusdalops PB akan menjadi pusat komando dalam mengelola data dan informasi kebencanaan, serta pengambilan keputusan saat situasi darurat. Fasilitas ini dibangun dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp3 miliar. Seluruh perangkat penunjangnya, termasuk sistem informasi dan peralatan darurat, juga akan dipasok oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gubernur menyatakan bahwa keberadaan pusat ini bukan hanya untuk mengendalikan respons saat bencana terjadi, namun juga untuk membangun sistem pemantauan dan deteksi dini yang terintegrasi dengan BPBD di kabupaten dan kota.

"Kita harap semua data dari kabupaten dan kota bisa masuk ke sini. Ini akan mempercepat respons dan memudahkan koordinasi antarwilayah," ujar Zainal.

Selain memperkuat infrastruktur fisik, pembangunan Pusdalops PB juga menjadi bagian dari transformasi kelembagaan di sektor penanggulangan bencana. Diharapkan ke depan Kaltara tidak hanya siap menghadapi situasi darurat, tetapi juga mampu menyiapkan strategi mitigasi berbasis data dan teknologi.

Setelah gedung selesai dibangun, seluruh kelengkapan dan perangkat akan dipasang secara bertahap. Jika masih ada kekurangan, pemerintah provinsi siap melengkapi dengan dana daerah. Pembangunan ini menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam membangun sistem tanggap darurat yang lebih adaptif dan responsif terhadap berbagai ancaman bencana.*