PORTALBANTEN — Bencana longsor yang melanda kawasan Batutulis, Kota Bogor, menjadi perhatian serius bagi Kang Dedi Mulyadi (KDM), tokoh yang digadang-gadang akan memimpin Jawa Barat. Dalam kunjungannya ke lokasi bencana pada Senin (14/4), KDM tak hanya meninjau kerusakan, tetapi langsung menawarkan solusi berbasis lingkungan.

Alih-alih membangun kembali kawasan permukiman di lokasi rawan longsor tersebut, Dedi Mulyadi yang kerap disapa KDM justru berencana mengembalikan fungsi lahan menjadi kawasan hutan kota. Ia menyebut langkah itu penting demi menjaga keseimbangan ekologi dan keselamatan warga sekitar.

Jangan terus memaksakan hunian di wilayah yang memang sudah punya sejarah kerawanan bencana. Wilayah ini harus kita jadikan leuweung kembali, untuk mencegah bencana lebih besar di masa depan, ucap Dedi Mulyadi alias KDM di hadapan warga.

Dedi Mulyadi: Relokasi Manusia, Pulihkan Alam

Dalam kesempatan itu, KDM memastikan ratusan kepala keluarga terdampak akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman dan memiliki infrastruktur yang memadai. Menurutnya, penanganan bencana harus diikuti dengan perbaikan tata ruang yang berpihak pada keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

Insya Allah tahun ini kita bebaskan lahannya, warga kita pindahkan ke tempat yang lebih aman, dengan akses jalan baru yang rutenya nanti akan dibuat dari sisi lain. Tidak boleh ada warga yang terus-terusan tinggal di zona bencana, katanya.

Model Kolaborasi Pemerintah Daerah

Rencana pemulihan Batutulis ini, lanjut KDM, akan menjadi contoh sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor. Nantinya, anggaran pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur akan dibagi dua.

Setengah ditanggung provinsi, setengah lagi oleh Pemkot Bogor. Ini kerja bersama untuk keselamatan rakyat, ujar KDM.