PORTAL BANTEN - Umat Islam akan segera menyambut bulan Muharam 1447 Hijriah, yang dimulai pada 27 Juni 2025. Menurut kalender Juni 2025 bulan Muharam ada terdapat pada hari Jumat 28 Juni 2025. Bulan ini dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, di mana umat dianjurkan untuk memperbanyak amalan, termasuk puasa sunah.
Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram yang memiliki keutamaan luar biasa. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah bulan Allah Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).
Di bulan Muharam, terdapat dua hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa, yaitu hari Tasua dan ‘Asyura, yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Muharam. Amalan ini memiliki dasar yang kuat dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Dari ‘Aisyah r.a. disebutkan bahwa orang-orang Quraisy pada zaman Jahiliah sudah melaksanakan puasa ‘Asyura. Kemudian, Rasulullah SAW memerintahkan agar puasa ‘Asyura tetap dilaksanakan hingga diwajibkannya puasa Ramadan. Beliau bersabda, “Barang siapa yang ingin melakukan puasa ‘Asyura, silakan, dan barang siapa yang tidak ingin melakukannya, silakan berbuka.” (Hadis muttafaq ‘alaih).
Hadis lain juga menjelaskan tentang puasa Tasua. Dari Ibnu Abbas r.a. diceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan menyuruh para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, hari ‘Asyura itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kalau demikian, Insya Allah tahun depan kita berpuasa [juga] pada hari yang kesembilan.” Namun, sebelum datang tahun depan, Rasulullah SAW telah wafat. (HR Muslim dan Abu Dawud).
Puasa di bulan Muharam juga dapat dilakukan dengan puasa sunah lainnya, seperti puasa setiap hari Senin dan Kamis serta puasa Ayyamul Bidh (hari ke-13, 14, dan 15). Berikut adalah jadwal puasa Muharam 2025, termasuk Tasua dan Asyura, serta puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh.*