PORTALBANTEN — Insiden keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di Kota Bogor menjadi perhatian serius Karina Soerbakti, anggota DPRD Kota Bogor dari Komisi IV. Dikenal aktif mengawal isu-isu kesehatan dan pendidikan.
Karina Soerbakti langsung turun ke lapangan bersama jajaran dewan dan instansi terkait untuk memastikan penanganan insiden berjalan optimal.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Karina memantau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Insani yang menjadi sumber makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dari hasil kunjungan, ditemukan sejumlah aspek higienitas yang belum memenuhi standar.
“Insiden ini menyentuh ranah yang sangat sensitif: kesehatan anak-anak. Kami prihatin dan berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih. Namun lebih dari itu, ini jadi alarm penting bahwa sistem keamanan pangan di sekolah perlu dievaluasi total,” ujar Karina pada awak media (8/5).
Menurutnya, program MBG tetap merupakan inisiatif yang baik dan layak didukung. Namun pelaksanaannya harus dikawal ketat agar tidak mencederai tujuan mulianya. Karina menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang disiplin, serta pengawasan berkala terhadap dapur penyedia makanan.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPOM, dan pihak yayasan untuk menggelar investigasi menyeluruh berbasis data. Tujuannya bukan hanya untuk mencari penyebab, tapi juga menyusun langkah perbaikan jangka panjang.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan. Kita tidak boleh lengah. Saya akan terus mengawal proses ini, agar kejadian serupa tak terulang dan warga mendapatkan layanan makanan yang sehat dan aman, wake up call bagi semua', tegas Karina.
Bagi Karina, peristiwa ini bukan sekadar insiden, melainkan momentum untuk mendorong pembenahan sistemik. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada semua pihak agar fokus pada solusi, bukan saling menyalahkan.
“Yang paling penting sekarang adalah langkah korektif dan keberlanjutan perlindungan bagi anak-anak kita. Ini tanggung jawab bersama,” tandasnya.*